Raksasa Baterai Korea LG Energy Solution Menjelajahi Integrasi PLC Domestik
Perubahan Rantai Pasokan dalam Manufaktur Kritis
LG Energy Solution, pemimpin dalam baterai kendaraan listrik, secara aktif meninjau rencana untuk mengintegrasikan programmable logic controllers (PLC) buatan Korea ke dalam peralatan produksi inti mereka. Langkah ini menyoroti pergeseran strategis menuju penguatan rantai pasokan domestik dalam komponen otomasi industri yang krusial.
Kemitraan untuk Pengembangan Kontrol Presisi
Perusahaan bekerja sama dengan LS Electric, penyedia otomasi industri besar asal Korea, untuk mengembangkan sistem kontrol penting ini. Namun, juru bicara perusahaan menjelaskan bahwa teknologi ini belum siap untuk penerapan komersial skala penuh. Fokusnya adalah pada penerapan PLC pada peralatan stacking canggih, yang secara presisi merakit elektroda dan separator untuk membentuk sel baterai.

Peran Kritis PLC dalam Otomasi
Programmable logic controllers berfungsi sebagai komputer industri tangguh yang menjadi inti otomasi pabrik. Mereka mengelola mesin dengan mengontrol sensor, motor, dan drive berdasarkan logika khusus. Industri seperti manufaktur baterai, produksi semikonduktor, dan farmasi mengandalkan PLC untuk otomasi yang presisi dan andal. Vendor biasanya menyelesaikan spesifikasi PLC pada tahap awal desain peralatan, menegaskan pentingnya peran mereka terhadap kinerja seluruh lini produksi.
Pendorong Diversifikasi Rantai Pasokan
Produsen Korea secara historis bergantung pada merek PLC asing dari perusahaan seperti Mitsubishi Electric, Omron, Siemens, dan Rockwell Automation. Ketergantungan ini dimulai dengan impor awal peralatan produksi canggih. Meskipun mempertahankan sistem pemasok yang ada lebih efisien secara biaya, pandemi global mengungkap risiko signifikan. Penundaan pengiriman komponen penting seperti PLC yang lama telah mendorong dorongan industri luas untuk mengurangi ketergantungan pada impor dan membangun rantai pasokan yang lebih tangguh.
Strategi Otomasi Lebih Luas dari LG
Eksplorasi LG Energy Solution terhadap PLC dari LS Electric merupakan bagian dari upaya diversifikasi rantai pasokan yang lebih luas. Misalnya, usaha patungan Ultium Cells dengan General Motors menggunakan sistem kontrol dari Siemens. Sementara itu, LS Electric mempromosikan solusi PLC domestiknya sebagai alternatif andal yang meminimalkan ketidakpastian pengiriman. Perusahaan ini juga pernah memasok sistem kontrolnya ke produsen besar Korea lainnya seperti Hyundai Motor.
Analisis Penulis: Tren Industri Strategis
Perkembangan ini lebih dari sekadar pergantian pemasok; ini merupakan realignment strategis dalam manufaktur maju Korea. Memindahkan pengembangan sistem kontrol lebih dekat ke rekayasa peralatan produksi inti dapat mendorong inovasi dan meningkatkan integrasi. Bagi pemasok otomasi global, tren ini menandakan kebutuhan yang meningkat untuk kemitraan lokal yang lebih dalam dan kemungkinan strategi pengembangan bersama agar tetap kompetitif di pasar kunci seperti manufaktur baterai.
Skema Aplikasi Praktis
Dalam mesin stacking sel baterai, PLC harus menjalankan gerakan ultra-presisi dan mengoordinasikan beberapa aktuator secara simultan. Kesalahan waktu sekecil apa pun dapat merusak kualitas sel. PLC yang dikembangkan secara domestik memungkinkan kolaborasi lebih erat antara pembuat peralatan (seperti Nain Tech dalam kasus ini), produsen baterai, dan penyedia otomasi. Sinergi ini dapat mengoptimalkan algoritma kontrol khusus untuk tuntutan unik produksi baterai, berpotensi meningkatkan kecepatan, hasil, dan pada akhirnya, performa baterai.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q1: Apa itu PLC dan mengapa penting dalam manufaktur?
A: PLC, atau Programmable Logic Controller, adalah komputer industri yang mengontrol mesin dan proses. Ini sangat penting untuk otomasi, memastikan presisi, pengulangan, dan keandalan dalam lini produksi baterai, semikonduktor, dan lainnya.
Q2: Mengapa LG Energy Solution mempertimbangkan beralih ke PLC buatan Korea?
A: Pendorong utamanya adalah ketahanan rantai pasokan dan mengurangi ketergantungan pada impor asing, terutama setelah mengalami penundaan. Mengembangkan keahlian lokal juga memungkinkan kustomisasi dan integrasi yang lebih baik dengan peralatan domestik.
Q3: Perusahaan mana yang bermitra dengan LG untuk pengembangan PLC ini?
A: LG Energy Solution bekerja sama dengan LS Electric, penyedia solusi otomasi dan kontrol industri terkemuka asal Korea Selatan.
Q4: Peralatan spesifik apa yang akan menggunakan PLC baru ini?
A: Fokus awal adalah pada peralatan stacking sel baterai, proses inti yang menentukan kepadatan energi dan keamanan baterai akhir.
Q5: Apakah ini berarti LG akan berhenti menggunakan PLC dari merek global seperti Siemens atau Mitsubishi?
A: Tidak segera. Ini kemungkinan strategi diversifikasi dan pengembangan. LG kemungkinan akan menggunakan pendekatan multi-vendor untuk mengurangi risiko dan memanfaatkan teknologi terbaik untuk aplikasi yang berbeda.
Periksa di bawah ini item populer untuk informasi lebih lanjut di Autonexcontrol
| K-D M8A-4P-2m-PVC | K-D M8A-4P-3m-PVC | K-D M8A-4P-10m-PVC |
|---|---|---|
| K-D M8W-4P-2m-PVC | K-D M8A-4P-5m-PVC | K-D M8W-4P-10m-PVC |
| K-D M8W-4P-5m-PVC | K-D M8A-4P-20m-PVC | 1746-OA16 |
| 1746-OA8 | 1746-OAP12 | 1746-OB16 |














